Seperti gelapnya yang pekat, malam menyimpan begitu banyak rahasia. Tidak saja taburan bintangnya yang abadi tempat orang menggantungkan pandangan lepasnya untuk memadu diri mencari arah. Bukan hanya pada bulannya yang bulat saat anak-anak menunda tidur. Dalam damainya yang dalam atau sunyinya yang tulus saat desah angin dan lambaran dedaunan tak ada.
“Dialah (Allah) yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristighfar padaNya. Dan menjadikan siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.”(Qs.Yunus : 67). Malam adalah tempat kita mengambil segala energi lahir dan batinNya. Saat semua kepenatan dan kelelahan siang tertumpahkan pada malam itu. Saat semua nyawa menutup mata, malam adalah hiasan, tanda kekuasaan sekaligus pakaian.
“Dan kami jadikan ditidurmu untuk istirahat. Dan kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (Qs.An-Naba’ : 9-11). Pada penghujung malam itulah saat terbaik memburu rizki. Adakah penghidupan yang lebih utama dari memohon pada Allah lalu diberi, meminta lalu dikabulkan, serta mengharap ampun lalu diampunkanNya.......?
Baca selengkapnya.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar